Assalamu ‘alaikum wr. Wb.
Memikirkan orang yang membenci kita memeng sangatlah menyita
energi besar dalam diri kita. Betapa tidak, kenapa kita harus memikirkan orang
yang hanya menganggap diri kita penuh kekurangan tanpa melihat dan mengakui
bahwa kita juga seorang manusia yang juga pasti memiliki kelebihan. Tak usah
memikirkan mereka, karena jika memikirkan mereka terus menerus kita hanya
berpikir negatif, dan ketahuilah bagwa “apa yang kita pikirkan itulah yang akan
terjadi”.
Mengapa kita tidak pindah haluan menjadi orang yang
memperhatikan orang orang di sekeliling kita yang penuh rasa sayang terlimpah
pada kita. Dengan begitu kita akan lebiih banyak berpikir positif, lalu akan
menjadi lebih sehat, dan semoga panjang umur. Perhatikan mata yang menyipit,
bibir manis yang meneringai, juga gigi putih kecil yang terlihat ketika mereka
melihatmu, berpapasan denganmu, dan ketika mereka menyapamu.
Ingat juga bahwa, belum tentu orang yang membenci kita
berada di pihak yang salah. Berpikirlah terbuka, mari bercermin dan lihat ke
belakang. Mungkin mereka sama sekali tidak membenci kita, hanya kita saja yang
terrlalu “GR” menganggap mereka membenci kita. Mungkin juga karena kitalah yang
berbuat salah, sehingga mereka membenci kita, minta maaflah.
Oh.... iya. Sebisa mungkin kita jangan terlalu dekat dengan
seorang pembenci. Tahu kenapa ? Karena kebencian itu menular. Ketika kau sering
dekat dengan seorang pembenci lama kelamaan kau juga akan menjadi seorang
pembenci juga. Jangan pula menjauhi mereka, karena orang orang baik yang
berhati lembut tahu bahwa pembenci juga manusia, mempunyai perasaan, seorang
mahluk sosial yang membutuhkan dekapan hangat ketika dingin, membutuhkan
dorongan ketika mereka mundur, dan membutuhkan uluran tangan ketika mereka
jatuh.
Intinya, jadilah kita orang yang selalu bergerak berusaha
menjadi lebih baik, kita bukan orang yang sempurna, tetapi kita bisa menjadi
nyaris sempurna.
Wassalamu’alikum.........
0 komentar:
Posting Komentar