Sabtu, 22 Oktober 2016

Seperti Ini Saja Sudah Nikmat

        Suatu ketika saya buka youtube dan melihat video Cak Nun. Cak Nun berkata dalam video tersebut (kalau tidak salah redaksinya seperti ini) : "Urip ngene wae wis ngenak" (sambil beliau menaikkna dan menurunkan pundak dengan cepat). Ketika itu, saya kembali tersadar yang kesekian kalinya bahwa, inilah bersyukur. Merasa cukup dan menganggap hidup ini yang sekarang ini adalah suatu berkah, anugrah dan nikmat yang nikmat. Jika dipikir dan ditelisik baik secara mendangkal ataupun mendalam, in syaa Alloh akan selalu ketemu pada simpul bahwa hidup ini nikmat dan harus kita syukuri. Kata kunci pada kalai ini adalah mensyukuri.Iya, mensyukuri inilah kata lain, sinonim ataupun transformasi dari mersa nikmat inilah.

        Sudah banyak orang yang menghafal ayat tentang bersyukur, yang intinya adalah jika bersyukur maka akan tambah nikmat yang akan datang. Tapi sekarang pertanyaannya adalah jika kita banyak masalah dan penuh kekurangan dan penderitaan, bagaimana cara lkita bersyukur ?. Kan begitu pertannnyaannya ? (Silahkan jika mau, mari kita diskusikan caranya dengan komentar dibawah ini). Namun saya kali ini hanya ingin mengutarakan dari pengetahuan saya yang sedikit tentang bagaimana bersyukur sekarang juga.

       Saya berpikir bahwa syukur itu semacam menikmati atau merasa senang dengan sesuatu. Jika kita mensyukuri hidup ini, maka berarti kita merasa senang atau menikmati hidup kita ini.Saya kira, rasa syukur itu bukan dipengaruhi oleh faktor luar secara dominan. Secara umum rasa syukur bisa muncul dalam keadan seperti apapun, termasuk pada keadaan ketika kita menganggapnya sebagai keadaan yang menyengsarakan. Buktinya seperti ini, seorang presiden bersyukur ketika mendapat fasilitas pesawat pribadi, seorang mentri bersyukur ketika ia mendapat fasilitas mobil pribadi, seorang camat bersyukur ketika ia mendapat fasilitas mobil pribadi dan seorang lurah bersyukur karena ia mendapat fasilitas sepeda motor pribadi.

       Bisa kita lihat bersama, dari presiden sampai lurah, mereka bisa bersyukur dalam berbagai kondisi. Hanya saja memang beda orangnya. Tapi pertannyaanya adalah, mengapa dengan kondisi yang benar-benar berbeda mereka bisa bersyukur dengan (anggaplah) tingkat syukur yang sama ?

        Beberapa tahun lalu, saya pernah membaca beberapa lembar buku Anthony Robbins, menurutnya, kebahagiaan setiap orang berbeda-beda sesuai dengan standar yang mereka tetapkan agar mereka dapat bahagia. Begitu pula dengan bersyukur. Setiap orang bersyukur sesuai dengan standar bersyukur yang mereka tetapkan masing masing. Jadi untuk bersyukur dan bahagia sekarang juga, kita tak peru faktor luar berubah. Kita hanya membutuhkan standar yang berbeda untuk bahagia dan bersyukur.

      
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html