Sabtu, 11 Januari 2014

Sekarang Korupsi ? Lumrah Kok……..



Sekarang Korupsi ? Lumrah Kok……..

                Berribu-ribu orang di seluruh dunia sekarang ramai-ramai menyuarakan penentangan mereka terhadap korupsi dan mendukung pemberantasannya. Kata mereka “hukum mati para koruptor”, “koruptor itu tidak layak hidup di bumi”, “ katakana tidak pada korupsi”, “koruptor itu……….”. dengan semangat mereka turun ke jalan-jalan dan berteriak sekeras mungkin, yang mendengarkan pun pasti mendukung apa yang sedang disuarakan, termasuk kita.

                Tapi anda tahu kan, bahwa korupsi itu terjadi sebagian besar karena mental orangnya ? Memang, kesempatan untuk korupsi juga tidak kalah besar pengaruhnya. Tapi menurut saya jika mentalnya sudah seorang koruptor, walaupun tidak ada kesempatan pasti ia akan cari kesempatan untuk korupsi, iya kan ? Tetapi jika bukan mental koruptor, walaupun ada kesempatan tetap saja ia tidak korupsi, paling hanya ingin.

                Apa anda berpikir seperti saya ? pejabat pemerintahan, para petinggi dan orang-orang tinggi lainnya itu sama dengan anak-anak sekolahan. Lihat saja, jika korupsi pada para orang-orang tinggi itu diidentikkan dengan menyontek pada anak-anak sekolah, di mana bedanya coba ? Jika pada para petinggi ada orang-orang yang baik, di kalangan anak sekolahan pun ada anak –anak yang baik, setuju ? Jika pada para petinggi ada orang-orang yang tidak baik, di kalangan anak-anak sekolah juga ada anak-anak yang tidak baik, setuju ? Jika korupsi pada para petinggi sudah banyak terjadi, menyontek pun pada kalangan anak sekolah sudah biasa terjadi.

                Mereka, para pejabat korup itu mempunyai mental untuk mengambil yang bukan haknya karena memang dari kecil juga sudah terbiasa seperti itu,. Ketika TK suka menyerobot jatah makanan teman, ketika SD, SMP, SMA kalau ulangan nyontek, pas kuliah sukanya titip absen, iya kan ? Kalau ada uang lima ribu di jalan langsung disikat, padahal ia tahu bahwa itu bukanlah uangnya.

                Sebenarnya korupsi sulit sekali diberantas kareka setiap satu koruptor ditangkap, maka akan tumbuh seribu koruptor-koruptor muda. Mungkin sekarang dari pada berteriak “berantas korupsi”, lebih baik teriakkanlah “berantas menyontek di kalangan anak sekolah”. Karena menanamkan moral dan mental yang baik sejak dini lebih baik dari pada menanamkannya ketika sudah tua. Melakukan tindakan preventif lebih baik dari pada melakukan tindakan represif, iya kan ?

                Bagaimana pendapat anda ?

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html