Sekarang Korupsi ?
Lumrah Kok……..
Berribu-ribu
orang di seluruh dunia sekarang ramai-ramai menyuarakan penentangan mereka
terhadap korupsi dan mendukung pemberantasannya. Kata mereka “hukum mati para
koruptor”, “koruptor itu tidak layak hidup di bumi”, “ katakana tidak pada
korupsi”, “koruptor itu……….”. dengan semangat mereka turun ke jalan-jalan dan
berteriak sekeras mungkin, yang mendengarkan pun pasti mendukung apa yang
sedang disuarakan, termasuk kita.
Tapi
anda tahu kan, bahwa korupsi itu terjadi sebagian besar karena mental orangnya
? Memang, kesempatan untuk korupsi juga tidak kalah besar pengaruhnya. Tapi
menurut saya jika mentalnya sudah seorang koruptor, walaupun tidak ada
kesempatan pasti ia akan cari kesempatan untuk korupsi, iya kan ? Tetapi jika
bukan mental koruptor, walaupun ada kesempatan tetap saja ia tidak korupsi,
paling hanya ingin.
Apa
anda berpikir seperti saya ? pejabat pemerintahan, para petinggi dan
orang-orang tinggi lainnya itu sama dengan anak-anak sekolahan. Lihat saja, jika
korupsi pada para orang-orang tinggi itu diidentikkan dengan menyontek pada
anak-anak sekolah, di mana bedanya coba ? Jika pada para petinggi ada
orang-orang yang baik, di kalangan anak sekolahan pun ada anak –anak yang baik,
setuju ? Jika pada para petinggi ada orang-orang yang tidak baik, di kalangan
anak-anak sekolah juga ada anak-anak yang tidak baik, setuju ? Jika korupsi
pada para petinggi sudah banyak terjadi, menyontek pun pada kalangan anak
sekolah sudah biasa terjadi.
Mereka,
para pejabat korup itu mempunyai mental untuk mengambil yang bukan haknya karena
memang dari kecil juga sudah terbiasa seperti itu,. Ketika TK suka menyerobot
jatah makanan teman, ketika SD, SMP, SMA kalau ulangan nyontek, pas kuliah
sukanya titip absen, iya kan ? Kalau ada uang lima ribu di jalan langsung
disikat, padahal ia tahu bahwa itu bukanlah uangnya.
Sebenarnya
korupsi sulit sekali diberantas kareka setiap satu koruptor ditangkap, maka
akan tumbuh seribu koruptor-koruptor muda. Mungkin sekarang dari pada berteriak
“berantas korupsi”, lebih baik teriakkanlah “berantas menyontek di kalangan
anak sekolah”. Karena menanamkan moral dan mental yang baik sejak dini lebih
baik dari pada menanamkannya ketika sudah tua. Melakukan tindakan preventif
lebih baik dari pada melakukan tindakan represif, iya kan ?
Bagaimana
pendapat anda ?
0 komentar:
Posting Komentar