Detik ini kamu merasakan ingin menjadi sesuatu atau ingin terjadinya sesuatu. Bisa jadi kamu ingin pergi ke suatu tempat. Kamu harus bekerja keras untuk mencapai hal itu, banyak yang harus kanu korbankan. Banyak pula kesenangan yang harus kamu lewatkan. Tapi ada satu hal yang menjadi pertannyaan. "Apakah ketika kamu bisa mencapai hal tersebut, kamu akan menjadi seperti yang diharapkan ? Maksud saya adalah, apakah kamu bisa merasa perasaaan yang kamu harapkan ketika terjadi sesuatu tersebut ?
Kemumgkinan pertama, iya, kamu bisa merasakan hal yang kamu inginkan ditambah perasaan yang kamu inginkan juga. Kemungkinan yang ke dua, kamu hanya akan merasakan hal itu terjadi, namun tak merasakan perasaan yang kau inginkan terjadi bersamaaan dengan hal itu. Hal ini seperti sulit untuk dipikir dan dibanyangkan, mengingat bahwa kita tidak memegang kendali penuh atas diri kita, Ada sesuatu yang lebih tinggi yang benar-benar bisa mengatur diri kita.
Andaikan saja dalam benak kamu, ketika kamu menginginkan untuk menikahi seseorang, lalu hal tersebut benar-benar terjadi. Sesaat di waktu itu juga, kamu akan bahagia. Lalu, ternyata orang yang kamu nikahi sejak awal (benar-benar sejak awal bertemu) ingin menyakitimu (mencelakaimu). Anggaplah kamu berpikir rata-rata. Pasti kamu tidak bahagia lagi dengan menikahi orang tersebut, padahal sebelumnya kamu menganggap itu adalah membahagiakan.
Jadi apa yang harus kamu pikirkan dan lakukan saat ini ? Dan apa pula yang harus kamu tuju di depan sana ? Toh kamu tidak tahu apa itu baik atau buruk ? Terlintaskah pikiran bahwa dunia ini begitu kacau sehingga kamu sedikitpun tak berkuasa atasya ? Terlintaskah dalam pikiran bahwa kamu harus menemukan jalan lain yang bukan kamu, orang atau benda semacam kamu atau bahkan yang lebih rendah darimu ciptakan ? Suatu jalan yang diciptakan oleh sesuatu yang benar-benar tahu jalan yang benar.

0 komentar:
Posting Komentar